Seni kaligrafi ukir pada media kulit kayu pohon tua hasil karya siswa SMAN 1 Sumbar berhasil mencuri perhatian banyak pencinta seni kebudayaan Islam. Karya seni rupa ini menggabungkan keindahan tulisan arab yang indah dengan tekstur alami dari bahan serat kulit kayu yang eksotis dan tahan lama. Para siswa memanfaatkan limbah kulit kayu pohon tua yang tumbang alami di lingkungan sekitar untuk dijadikan media ukir tulisan suci yang bernilai estetika tinggi. Inovasi media seni ini tidak hanya memamerkan keahlian mengukir, tetapi juga membawa pesan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam lingkungan sekitar.
Proses pembuatan ukiran tulisan arab ini memerlukan tingkat ketelitian, kesabaran, serta kehati-hatian yang tinggi mengingat tekstur kulit kayu yang tidak merata dan cukup keras. Para siswa menggambar pola khat terlebih dahulu menggunakan pensil sebelum mengukirnya secara perlahan memakai pisau ukir khusus bernilai presisi tinggi. Setiap lekukan huruf diukir dengan mempertimbangkan kedalaman serat kayu agar menghasilkan efek tiga dimensi yang alami dan indah dipandang. Pewarnaan alami menggunakan bahan herbal digunakan untuk mempertegas kontur tulisan tanpa menghilangkan corak serat kayu asli yang terkesan sangat klasik dan otentik.
Karya ukiran artistik ini dipamerkan di galeri seni sekolah dan menarik antusiasme tinggi dari para kolektor seni serta warga masyarakat luas yang datang berkunjung. Para siswa dengan bangga menjelaskan teknik pengukiran serta makna ayat-ayat Al-Qur’an yang tertuang dalam karya indah buatan tangan mereka sendiri. Kegiatan praktis seni rupa ini terbukti efektif dalam mengasah keterampilan motorik halus, fokus mental, serta pendalaman nilai-nilai estetika kebudayaan Islam di kalangan para pelajar. Hasil karya yang mempesona ini menjadi bukti nyata tingginya bakat seni para siswa sekolah menengah.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh para budayawan dan pengamat seni daerah yang memuji ide kreatif penggunaan media kulit kayu tua yang terkesan sangat otentik. Banyak karya siswa yang diminati oleh pengunjung untuk dijadikan pajangan dinding bernilai seni tinggi di rumah maupun kantor. Pihak sekolah memberikan dukungan penuh dengan menyediakan fasilitas bengkel kriya yang memadai guna menunjang bakat seni rupa para pelajar secara maksimal. Pengolahan media alami menjadi karya seni kaligrafi yang indah ini terbukti berhasil mengangkat potensi bahan lokal menjadi produk kriya bernilai estetika dan ekonomi tinggi.
Pihak sekolah berencana mengadakan pameran tunggal karya kriya siswa ini di museum seni daerah guna menjangkau penikmat seni yang lebih luas lagi. Pelatihan teknik mengukir kulit kayu juga akan diberikan kepada siswa generasi penerus agar keahlian kriya unik ini tidak punah dimakan waktu. Langkah ini diharapkan dapat mencetak seniman-seniman muda berbakat yang mampu bersaing di industri kreatif nasional maupun internasional di masa depan. Melalui konsistensi berkarya ini, seni kaligrafi ukir bahan alami ini akan terus berkembang sebagai identitas kebanggaan sekolah yang bernilai artistik tinggi.
